Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Potensi Anak Bangsa

Someah dan Bersih, Ciri Generasi Muda Indonesia

Spanduk bertuliskan “Urang Bandung mah someah” lengkap dengan beragam wajah tersenyum menghiasi kota kembang Bandung di ulang tahunnya yang ke 204, tahun 2014 silam. Ada pelajar, ibu rumah tangga,pelatih sepak bola, satpam, pekerja kebersihan. Semua tersenyum ceria. Seolah ingin mewartakan bahwa senyum akan menyapa siapapun yang datang ke kota Bandung. Sebetulnya someah atau ramah dan murah tersenyum bukan hanya milik penduduk Bandung tapi ciri khas penduduk Indonesia. Penduduk negara bermandikan matahari yang senantiasa tersenyum dalam berbagai kondisi. Bahkan presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, populer dengan sebutan “ the smiling general”. Karenanya sejalan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) mencanangkan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) dimulai 19 September 2015. Tujuannya untuk membangun sikap mental masyarakat Indonesia agar peduli dengan kebersihan lingkungan, berkepribadian ramah d...

Anazkia, Si Upik Abu Abad Digital

Kawula blogger umumnya mengenal Anazkia, buruh migran yang aktif menulis di beberapa blog. Gadis ayu, santun dan terkesan pemalu ini juga menjadi Koordinator Blogger Hibah buku di sela-sela kesibukannya, sehingga tak heran banyak penghargaan diraihnya seperti Srikandi Favorit KEB 2013, Perempuan Inspiratif Nova 2014 dan masih banyak lagi. Sepintas, apa sih hebatnya Anaz? Kok mendapat penghargaan banyak sekali? Karena dia Buruh Migran? Oh, banyak sekali buruh migran yang berhasil. Tidak hanya puluhan tapi ratusan orang buruh migran telah berhasil dengan berbagai versi. Karena dia blogger? Wah apalagi ini, banyak blogger perempuan yang memiliki anak 3 orang anak atau lebih. Tidak memiliki asisten rumah tangga tapi tetap bisa rajin menulis diblog dan berwirausaha juga. Tapi kok mereka ngga terpilih sebagai perempuan inspiratif? Atau karena dia koordinator Blogger Hibah Buku? Aduh, bukankah banyak komunitas melakukan even hibah buku dan hibah-hibah lainnya? Apa ...

(Perempuan Hebat) Ibu Yati Yang Pemalu

  Ibu Yati (berkerudung putih) Program “Gerakan Pencetakan Wirausaha Baru” Jabar membuat saya termenung. Karena pendaftar harus berpendidikan minimal SMP dan rentang usia   18 tahun – 45 tahun. Pertanyaannya bagaimana dengan lulusan SD? Sebagaimana kita ketahui, sekitar 50 % penduduk Jabar hanya lulusan SD, data BPS tahun 2012 juga menyatakan bahwa   struktur penduduk Indonesia didominasi penduduk dewasa dan produktif dari segmen umur 25-64 tahun yang mencapai 52,63 persen . Pergeseran ke minimal usia 18 tahun mungkin disebabkan   pertimbangan   pada usia tersebut pendaftar sudah lulus SMP dan memiliki usaha sendiri. Ya, usaha sendiri diutamakan, khususnya para wirausaha yang memiliki diferesiansi produk. Hal tersebut terungkap ketika seorang anggota komunitas gagal karena justru dia baru akan terjun ke bidang UMKM.  Bukankah tagline-nya pun menyatakan “Gerakan Pencetakan Wirausaha Baru”? Bukan yang sudah memiliki usaha. Beber...