Skip to main content

Posts

Showing posts with the label about me

Tentang kami ................

Awal mula pertemuan berbuah blog ini karena imbauan dr Tauhid untuk mengerjakan hal-hal yang positif diwaktu luang kami. Waktu luang yang begitu sempit karena seorang ibu seolah membutuhkan waktu lebih dari 24 jam dalam hidupnya Tetapi kami yakin, walaupun waktu terbatas tetapi apabila kami kerjakan dengan tulus, ikhlas dan konsisten serta percaya bahwa Allah pasti akan membantu, semuanya akan berbuah manis. Kami menggandeng para perempuan/ibu rumah tangga lain dan penyandang difabel untuk berkreasi mengolah limbah anorganik menjadi sesuatu yang berguna. Ini memang bukan penyelesaian masalah lingkungan secara keseluruhan karena hasilnya hanya meminimalisir sampah. Tapi yang terpenting adalah langkah awal pemberdayaan kaum kami. Yang bersedia menyisihkan waktu diantara kesibukan rumah tangga. Waktu yang sebaiknya digunakan untuk sesuatu berguna. Waktu yang semula digunakan sekedar untuk bergosip dan menonton acara televisi yang tidak mendidik. Rup...

Bahagia Keluar Dari Zona Nyaman

Ilustrasi/Admin (Kompas.com) “Buanglah sampah pada tempatnya”, seolah menjadi satu-satunya adagium yang saya ketahui semenjak kecil. Sampah sisa aktivitas sehari-hari dibuang pada tempat sampah, dikumpulkan dan diangkut oleh petugas yang menerima uang jasa, dan selesailah urusan. Rumah bersih dari sampah, kinclong, tanpa mengetahui dengan jelas kemana sampah tersebut dibawa dan dibuang. Hingga terjadi  peristiwa tragis , pada tanggal 21 Februari 2005 tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Leuwigajah longsor. Sekitar 137 rumah tertimbun sampah setinggi kurang lebih 3 meter dan 143 orang meninggal dunia. Ketika itulah timbul tanya dalam hati :”Mungkinkah sampah dari rumah tangga saya termasuk didalamnya?” Saya membayangkan berbagai sampah yang biasa saya buang, tidak hanya sampah dapur tetapi juga aneka kaleng, plastik dan ….. pembalut wanita, duhhh… Setelah TPA Leuwigajah longsor, terjadi tragedy susu...

Terimakasih Reta Yudistyana - Bandung Review

 http://bandungreview.com/articles/view/1063/spesial-kartini-maria-hardayanto-komunitas-menulis-membuat-lebih-hidup Spesial Kartini: Maria Hardayanto, Komunitas & Menulis Membuat Lebih Hidup Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Rasanya pepatah itu tepat disematkan pada sosok aktifis di bidang lingkungan, Maria Hardayanto. Awalnya adalah peristiwa “Bandung Lautan Sampah”, 2005. Sebuah julukan yang tidak enak di dengar, mengingat Bandung sebelumnya selalu identik dengan slogan “Berhiber”-nya, bersih, hijau, dan berbunga. Saat itu, timbunan sampah terlihat di mana-mana. Bau menyengat pun nyaris menjadi ‘pemandangan’ sehari-hari warga kota. Beberapa media cetak menyatakan, realitas ini terjadi sebagai dampak dari longsornya TPA Leuwi Gajah yang terletak di perbatasan Cimahi dan Bandung. Akibatnya, sampah-sampah yang dihasilkan warga menumpuk di TPS atau dibiarkan di pinggir jalan. “Pola pikir saya saat itu masih sepe...

Kompasianer of The Year 2012

Kompasianer of The Year Seperti perhelatan Kompasianival sebelumnya, di Kompasianival 2012 Kompasiana kembali mengadakan pemilihan Kompasianer of the Year dan Kompasianer Favorit. Ajang ini dimaksudkan untuk mencari dua sosok Kompasianer inspiratif yang telah memberikan sumbangsih luar biasa terhadap perkembangan Kompasiana khususnya, dan pertumbuhan dunia blogging, menulis, dan jurnalisme warga pada umumnya. Saat seluruh pengguna Kompasiana dipersilakan memilih seorang Kompasianer Favorit, redaksi Kompasiana memilih Kompasianer berprestasi sebagai Kompasianer of the Year. Setahun lalu,  Christie Damayanti  mendapatkan penghargaan dari sebagai Kompasiner of The Year. Christie dipilih sebagai Kompasiner of The Year karena konsistensinya berbagi tulisan-tulisan menggugah meskipun didera store. Sedikit demi sedikit, perjuangan Christie membuahkan hasil. Buku  Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit  yang berisi kompilasi tulisan-tulisan Christie telah berh...

Tulisan Danti

Bunda Maria. http://cinnamome37.blogspot.com/2012/10/bunda-maria.html "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.  Menulis adalah bekerja untuk keabadian."  -Pramoedya Ananta Toer Untuk warga Bandung yang sering berkegiatan terutama di bidang lingkungan, sosok Maria Hardayanto, nama lengkap Bunda,  pasti sudah tidak asing lagi. Kali ini Bunda Maria menjadi narasumber Pelatihan "Menulis itu Asyik" KAIL. Aktivitas yang begitu padat, termasuk menjadi pembina di beberapa komunitas, tidak menjadi penghalang Bunda untuk menulis. Menulis sudah menjadi satu kebutuhan dan bagian hidup terpenting bagi Bunda. Kata Bunda, anak muda sekarang lebih jarang menulis. Bener ngga, ya? Wah, kalau itu aku kurang tahu. Tapi saya banyak menemukan teman-teman (yang tentunya masih muda) yang hebat dalam menulis, dan rajin mengunggah tulisannya. Buktinya? Blogroll di "Roemah Kajoemanis" in...

Tulisan Melly Amalia, Kail

http://proaktif-online.blogspot.com/2012/10/profil-perempuan-pejuang-lingkungan.html Maria Hardayanto (Penggagas Komunitas Engkang-Engkang dan Komunitas  Sukamulya) Adakah yang pernah mendengar kue brownies ganyong dan tumpeng dari singkong? Ganyong sendiri adalah nama jenis tanaman lokal asli Jawa Barat dan disulap menjadi kue oleh bunda Maria. Biasanya dalam setiap kegiatan yang diikuti oleh komunitas binaan bunda Maria selalu ada kue tersebut, sebagai alternatif penganan lain dalam hal ketahanan pangan.  Komunitas Engkang-engkang dan Komunitas Sukamulya adalah kumpulan ibu-ibu yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sekitar rumah, baik dalam pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah  (urban farming)  dan pembuatan jenis makanan dari bahan-bahan lokal. Walau komunitas ini belum genap dua tahun tapi secara perlahan melangkah maju dengan caranya sendiri. Siapakah yang menjadi penggagas komunitas ini? “Bunda”, begitu sapaan akrab bu ...

Tulisan Rima

http://kopipakegula.wordpress.com/2012/07/30/maria-hardayanto-ibu-rumah-tangga-penebar-virus-hijau/ Maria G. Soemitro, Ibu Rumah Tangga Penebar Virus Hijau This entry was posted on July 30, 2012, in  Bandung ,  inspirasi ,  kuliner ,  lingkungan . Bookmark the  permalink . 1 Comment Sebagian orang menilai menjadi ibu rumah tangga berarti memilih menarik diri dari ranah publik. Tidak ada lagi jenjang karir, tidak ada lagi aktualisasi dmairi, tidak ada lagi cita-cita turut memajukan bangsa. Jika Anda termasuk salah satu dari orang-orang ini, tunggu sampai Anda berkenalan dengan Maria G. Soemitro. Anda mungkin akan berubah pikiran.  Suatu malam, saya cek satu per satu notifikasi Facebook yang pada malam itu sangatlah padat. Ternyata beberapa notifikasi datang dari Bunda yang sedang mempromosikan tulisannya di beberapa grup yang juga kebetulan saya ikuti. Jika kebetulan waktu saya luang, saya akan langsung membacanya, tapi jika sedang sediki...

Mendadak Gagap Kamera

ibu-ibu bantaran sungai Cidurian in action (dok. Maria Hardayanto) Menjadi sorotan kamera? Bukan itu awal tujuan berkecimpung di tengah masyarakat dan mengajak penerapan langsung pelestarian lingkungan hidup. Tetapi ibu Rita Mariorita dan ibu Gita Djoemantoro dari TVRI rupanya berpendapat lain. Melihat banyaknya upload foto kegiatan di facebook, maka penulis mendapat kesempatan tampil pada acara “Pelangi Nusantara, 10 Maret 2012 dengan topik: Woman On Go Green Activity-perspektif gender dlm isue go green. Maka idepun langsung bermunculan. Mumpung tampil apa salahnya mengemukakan nasib ibu-ibu dan penyandang disabilitas yang mengerjakan kerajinan bekas kemasan plastik tapi diabaikan oleh pengusaha produk kemasan plastik tersebut? Karena menurut Undang-Undang Pengelolaan Sampah nomor 18 tahun 2008, produsenlah yang harus bertanggungjawab. Kalaupun tidak mau bertanggung jawab tolonglah untuk peduli pada nasib para pengolah limbah kemasan. Baik ibu-ibu pembuatan kerajinan ya...