Skip to main content

Posts

Pangan Lokal, Solusi Saat Paceklik

  pangan lokal (dok Maria G. Soemitro) Pangan lokal adalah solusi efektif atasi kelaparan akibat kekeringan di Indonesia. Di beberapa daerah kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan sudah menjadi langganan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pemberitaan beberapa waktu yang lalu, sempat menyebutkan bahwa sebanyak 86 kabupaten/kota di 20 provinsi di Indonesia mengalami kekeringan. Tiga provinsi yang tercatat mengalami banyak kekeringan adalah Jawa Tengah sebanyak 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur sebanyak 15 kabupaten/kota, dan Jawa Timur sekitar 13 kabupaten/kota. Kemarau ini diprediksi masih akan terjadi pada bulan Oktober hingga November.   Pada saat kekeringan terjadi, sudah sangat lazim jika terjadi gagal panen pada komoditi beras. Hal ini tentunya menyulitkan pasokan pangan Indonesia yang sangat bergantung pada komoditi ini. “Oleh karena itu, penting bagi kita untuk kembali mengenal dan mengkonsumi sumber pangan...

Kedaulatan Pangan Bukan Sekedar Angin Surga

Tumpeng Nasi Singkong (dok. Maria G. Soemitro) Indonesia terkenal sebagai Negara Gemah Ripah Loh Jinawi yang artinya Subur Makmur Loh Jinawi. Sangat tepat disematkan pada Indonesia karena mempunyai tanah subur, matahari bersinar sepanjang tahun, sumber air melimpah sehingga tidak salah apabila Koes Ploes menciptakan lagu “Kolam Susu”. Hanya berbekal tongkat kayu, rakyat Indonesia sudah bisa bertanam dan memetik hasilnya hingga tak mungkin kelaparan. Tetapi bagaimana mungkin harga pangan pokok merambat naik dan warga miskin sulit mendapatkannya? Jawabnya adalah karena salah kelola.  Salah kelola yang disebabkan kesalahan paradigma.  Terjebak  cara berfikir yang mendewa-dewakan kemajuan industri dan menganggap rendah pangan. Sehingga anak SMK yang mampu merakit mobil Esemka dipuji setinggi langit. Padahal Indonesia juga mempunyai SMK Pertanian yang diharapkan mampu menghasilkan bibit unggul. Pangan dianggap selalu ada. Entah darimana asalnya  sehing...

Peran Teknologi Komunikasi Bagi Penyandang Difabel

Salah Satu Cara Rodhi Mahfur Memasarkan karyanya Pada tahun 1987, pendiri Microsoft, Bill Gates memprediksi bahwa 20 tahun mendatang teknologi komunikasi semudah sentuhan jari. Ramalannya terbukti. Kini berkat kemajuan teknologi presiden SBY bisa teleconference dari Jakarta membahas bencana asap di Riau dengan pejabat setempat. Seorang ibu di Indonesia bisa melepas kangen dengan anaknya yang belajar di Eropa melalui Skype. Seorang kepala produksi bisa mengorganisir proses produksi dengan menggunakan ponselnya. Kemajuan teknologi komunikasi sungguh mempermudah, mempercepat dan mendekatkan jarak sehingga menghemat biaya. Salah satu sektor yang sangat terbantu dengan kemajuan teknologi komunikasi adalah industri kreatif. Industri yang memerlukan pemasaran intens dengan biaya minim. Karena umumnya penggiat ekonomi kreatif tidak saja bermodal cekak, produksinyapun bukan barang pabrikan. Contohnya lukisan, musik indie dan buku-buku yang diterbitkan sendiri.  Opik Ge...

Melek Finansial Bersama Bank Sampah

  "Kantor"Bank Sampah Sukamulya Indah (dok. Maria G. Soemitro) “Mah, minta uang mah. Untuk jajan, mah,” rengek Noval pada neneknya. Mendengar rengekan cucunya, kening ibu Laksmi berkerut, serentetan omelan terlontar. Tapi akhirnya tangan ibu Laksmi bergerak mengambil selembar dua ribuan dari tumpukan uang didepannya. Tanpa mempedulikan kemarahan sang nenek, Noval menerima uang tersebut dan melesat berlari untuk jajan. Ah, dasar anak-anak. Kejadian tersebut nampaknya biasa saja. Seorang cucu merengek uang jajan dan neneknya memberikan sambil mengomel. Yang tidak biasa adalah uangnya. Uang yang diberikan sang nenek berasal dari kas Bank Sampah yang anggotanya sedang berkumpul. Ibu Laksmi ditunjuk sebagai ketua oleh pak RW. Rupanya ibu Laksmi mempunyai kebiasaan mencampur-baurkan pos keuangan dengan slogan :”Ah pinjem dulu, toh hanya sedikit.”  Awalnya hanya sedikit, lama-lama menjadi bukit. Jika tidak dicegah, akan terjadi *bukit masalah* kelak. Sehingga b...