Skip to main content

League of Change, Liga Indonesia yang membanggakan






Rasanya masih mimpi indah yang enggan beranjak ketika tim Street Soccer Indonesia yang diwakili Rumah Cemara mengalahkah Rumania, Irlandia, Denmark, Belanda, Jerman dan Italia di ajang Homeless World Cup (HWC) 2011 di Perancis dan hanya menerima kekalahan dari Brasil sehingga tidak mampu meraih peringkat pertama.

Tapi diajang tersebut, Indonesia berhasil meraih 3 trofi yaitu sebagai peringkat 6 terbaik dari 48 tim peserta, The Best New Comer dan gelar pemain terbaik yang diraih sang kapten, Deradjat Ginandjar Koesmayadi.

Untuk mempersiapkan ajang berikutnya yang akan digelar di Meksiko tahun 2012 ini, Rumah Cemara mempersiapkan League of Change (Liga Perubahan), yaitu turnamenStreet Soccer pertama di Indonesia yang akan diikuti  oleh 8 provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, DI Jogjakarta, DKI Jakarta dan Banten dan berlangsung dari tanggal 26 Februari hingga 29 Februari 2012 di lapangan Pulosari, jalan Balubur di bawah jembatan Pasupati, Bandung Jawa Barat.

Turnamen diselenggarakan karena selain peserta HWC 2011 tidak boleh mengikuti HWC 2012 artinya setiap pemain hanya bisa tampil sekali seumur hidupnya diajang HWC, Rumah Cemara sebagai penyelenggara juga berharap agar League of Change dapat menjadi kampanye sosial bagi peningkatan kualitas hidup Orang dengan HIV/AID (ODHA) dan pengguna napza sehingga secara bertahap dapat menghilangkan stigma dan kriminalisasi terhadap mereka.

League of Change memang bukan sekedar kompetisi sepakbola tetapi juga ajang kesempatan dalam mengaktualisasi diri bagi  ODHA, pengguna napza dan masyarakat termarjinalkan dimana mereka berjuang, menunjukkan kemampuan diri dan mengikuti proses seleksi untuk membuktikan bahwa mereka mungkin bisa bermain lebih baik dari pendahulunya yaitu Ginan dan kawan kawan dalam mengalahkan tim yang berasal dari Negara-negara juara. Negara-negara yang tak seorangpun berani memimpikan bisa ditaklukan oleh tim nasional kita.

Ginan dan kawan-kawan telah merintis kemenangan. Telah menunjukkan pada skala nasional dan dunia bahwa mereka mampu bangkit dan memberikan kebanggaan. Telah menunjukkan bahwa kaum yang selama ini termarjinalkan tidak dapat dianggap sebelah mata. Mereka adalah potensi yang selama ini terabaikan.

Karena itu sebagai penyelenggara, Rumah Cemara menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap tim yang akan mengikuti kompetisi ini, di antaranya menyertakan hasil tes HIV bagi tim yang beranggotakan ODHA, hasil tes Addiction Severity Index (ASI) bagi pengguna narkoba, dan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi kalangan yang tidak mampu.

Rumah Cemara yang berdiri tahun 2003 dan telah membantu lebih dari 6.000 orang (pengguna napza , ODHA, pekerja seks, ibu rumah tangga hingga anak kecil)  memang merupakan “rumah” yang nyaman bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka mendapat tempat berbagi pengalaman, informasi, kekuatan dan harapan.
Kini salah satu ajang kemampuan mereka telah digelar,  opening  dimulai dengan mengarak seluruh peserta dari acara Car Free Day, jalan Dago Bandung menuju lapangan Pulosari, jalan Balubur dibawah jembatan Pasupati, Bandung.

Dalam final League of Change 2012 , tim Jawa Barat yang  terdiri dari 4 ODHA dan 4 orang perwakilan masyarakat yang termarjinalkan berhasil merebut gelar juara.   Berikut foto keren mereka:


Serta tim  Banten yang mengirimkan gambar  sebagai berikut:
1330032954518709033
tim Banten (dok. Rumah Cemara)


Dengan ikut mengusung slogan: HUMANITY + RESPECT = FOOTBALL,  yuk kita dukung semua semangat perubahan mereka.  Karena kekuatan terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia adalah solidaritas sosial.  Solidaritas yang makin terkikis sehingga harus senantiasa dipupuk.
** Maria Hardayanto**
1330033167979228638
Persiapan arena turnamen League of Change 2012 (dok. Rumah Cemara)
133003334217276087
persiapan tim Jabar (dok. Rumah Cemara)
13300334172088715229
Ginan, Sang kapten tim Indonesia 2011 (dok. Rumah Cemara)





Rapat Panitia LOC 2012



suppoter LOC 2012



suppoter LOC 2012



Pertandingan "Persahabatan"

Pertandingan "Persahabatan "

kareren pokona....

Comments

Popular posts from this blog

Imas Masitoh; Perempuan Pejuang dari Kampung Cibungur

Hidup dengan kekurangan materi tidak menyurutkan langkah Imas Masitoh Resmiati untuk berbuat baik pada sesama. Penjual gorengan berusia 42 tahun ini merasa terenyuh melihat banyaknya anak yatim piatu   disekitar tempat tinggalnya.   Imas memahami betapa mereka butuh perhatian dan kasih sayang. Kebutuhan intangible yang sering tidak dipedulikan   di masa serba cepat dan instan ini. Padahal banyak diantara anak yatim piatu yang tergolong anak berkebutuhan khusus. Imaspun   akhirnya   berinisiatif mengasuh mereka. Apa yang dilakukan Imas tergolong nekad. Penghasilan dari hasil menjual gorengan dan keset hasil kerajinan tangan yang dijajakan dari rumah ke rumah, jelas tidaklah cukup. Ditambah suaminya pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Rumah kecilnya juga tidak dapat menampung penghuni baru karena Imas sudah memiliki 2 anak. Namun Imas percaya, Tuhan akan membantu setiap perbuatan baik. Dan keyakinannya terbukti, bantuan mengalir. Jumlah an...

Cup Cake Bayam, Rayuan Maut Untuk Anak-anak Komunitas yang Enggan Makan Sayur

panen bayam di Bandung Berkebun Anak-anak ngga mau makan sayur? Duh, rupanya jadi cerita klise yang diulang-ulang, ya? Padahal salah satu hasil urban farming yang berlimpah di komunitas dampingan adalah bayam. Mudah tumbuhnya dan seedsnyapun murah. Alhasil sering banget berakhir sia-sia karena keluarga bosen makan sayur bening bayam. Pastinya harus ada strategi khusus agar sayuran bayam bisa diberdayakan ya? Bukan saja agar tidak terbuang, bayam juga bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja? 1.       Kandungan Vitamin A nya sangat tinggi sehingga pastinya berkhasiat menjaga kesehatan mata. 2.       Mengandung Vitamin K yang pastinya membantu penyerapan Kalsium. Sehingga sangat berguna untuk tumbuh kembang anak juga orang lanjut usia. 3.       Mengandung flavgonoid sehingga mampu meredam infeksi tubuh yang sebabkan kanker. 4.       Mengandung banyak serat yang bermanfa...

Analisis Minat dan Potensi Anak dengan Tes Sidik Jari, Mungkinkah?

source: kesekolah.com Tidak mudah menjadi orang tua. Terlebih ketika tanda lulus sekolah hampir diraih tapi ternyata anak gamang menentukan pilihan sekolah. Padahal psikotes yang menunjukkan minat dan potensi anak sudah dilakukan di tahun pertama Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan tahun pertama Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga seharusnya orang tua dan anak cukup mempunyai  bekal untuk memilih jurusan sekolah yang akan diambilnya. Apakah IPS atau IPA? Demikian juga jurusan Perguruan Tinggi yang dirasa paling tepat karena sesuai bakat dan minat. Tetapi  kegamangan orang tua dan anak rupanya menciptakan pasar baru. Dengan iming-iming  hasil   tes grafologi  lebih akurat  maka  jasa tes grafologi untuk mendeteksi minat bakat  anak beserta konselingnya bermunculan. Sesungguhnya grafologi bukan sesuatu yang baru karena  sudah dipelajari di Klinik psikologi Harvard tahun 1930  dan dikembangkan tahun 1955 untuk meni...