Skip to main content

Posts

Setelah Revolusi Hijau, Terbit Kedaulatan Pangan

padi di pekarangan rumah p. Sobirin (dok. Supardiyono Sobirin) Setiap pembicaraan mengenai pangan lokal, saya selalu di- colek-colek oleh rekan sejawat. Mungkin karena mengetahui betapa geramnya saya terhadap pemerintah Indonesia yang selalu mengimpor pangan sementara potensi dalam negeri begitu besarnya. Sehingga dalam setiap kesempatan yang memungkinkan, saya selalu meminta peluang menanam tanaman pangan di taman (ruang publik) maupun di area urban farming. Pangan adalah kebutuhan utama manusia, terletak di dasar piramida teori Maslow. Sayangnya pada jaman orde baru pemerintah Indonesia tergoda revolusi hijau yang diterapkan pemerintah India. Revolusi Hijau, sebuah istilah yang digulirkan pertama kali oleh William Gaud, Direktur United States Agency for International Development ( USAID ) , suatu badan pembangunan internasional Amerika Serikat. Istilah Revolusi Hijau digunakan untuk me...

Terimakasih Reta Yudistyana - Bandung Review

 http://bandungreview.com/articles/view/1063/spesial-kartini-maria-hardayanto-komunitas-menulis-membuat-lebih-hidup Spesial Kartini: Maria Hardayanto, Komunitas & Menulis Membuat Lebih Hidup Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Rasanya pepatah itu tepat disematkan pada sosok aktifis di bidang lingkungan, Maria Hardayanto. Awalnya adalah peristiwa “Bandung Lautan Sampah”, 2005. Sebuah julukan yang tidak enak di dengar, mengingat Bandung sebelumnya selalu identik dengan slogan “Berhiber”-nya, bersih, hijau, dan berbunga. Saat itu, timbunan sampah terlihat di mana-mana. Bau menyengat pun nyaris menjadi ‘pemandangan’ sehari-hari warga kota. Beberapa media cetak menyatakan, realitas ini terjadi sebagai dampak dari longsornya TPA Leuwi Gajah yang terletak di perbatasan Cimahi dan Bandung. Akibatnya, sampah-sampah yang dihasilkan warga menumpuk di TPS atau dibiarkan di pinggir jalan. “Pola pikir saya saat itu masih sepe...

Yuk, Nabung di Bank Sampah

Bank Sampah,mengumpulkan, membawa ke pengepul, mencatat (dok. Maria Hardayanto) Bak menjilat ludah sendiri, itulah yang saya rasakan ketika mendirikan Bank Sampah bersama dua komunitas dampingan di Bandung. Sebelumnya saya menolak karena kuatir akan memicu meningkatkan konsumsi produk kemasan oleh anggota komunitas sehingga jumlah sampah semakin banyak. Tidak sesuai prinsip 3R yang pertama yaitu: reduce atau mengurangi sampah. Pertimbangan lainnya, Bank Sampah membutuhkan: Tempat penampungan sampah anorganik. Hampir mustahil diadakan di perumahan padat penduduk karena mereka sudah bersempit-sempit ria dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sumber daya manusia. khususnya untuk pencatatan yang lumayan ribet karena banyaknya jenis sampah anorganik. Minimal ada 3 jenis plastik (bekas minuman, plastik bening, kresek), kaleng, kertas duplek, kertas kardus, kertas k...

Mereka, Pewaris Bangsa

“Bu, potret buuuuu……”, teriak anak-anak anggota komunitas. Mereka enggan beranjak pulang atau berangkat sekolah sebelum dipotret. Unik juga, kegiatan memotret rupanya bisa menjembatani komunikasi saya dan anak-anak. Diawali hobi memotret anak-anak berwajah polos tanpa kepura-puraan. Mereka menjadi kecanduan dipotret sehingga saya mempunyai kesempatan mendapatkan objek. Ternyata tidak mudah mengabadikan gerak mereka yang sangat cepat, tapi menyenangkan. Anak-anak memang lucu, khususnya anak-anak di pemukiman padat penduduk di daerah Kendal Gede jalan Sukamulya Indah Bandung. Di setiap pertemuan mereka selalu terlibat. Terkadang ada yang mencoba apa yang dilakukan ibunya, tetapi lebih sering hanya bersliweran, berebut mainan dengan sesama teman dan terkadang menangis. Semuanya saya potret. Seiring berlalunya waktu dan komunikasi intens yang terjadi, saya mendapatkan manfaat tak ternilai, yaitu lebih memahami permasalahan mereka. Aulia (dok. Maria Harda...

Dewi Tapa Cireundeu

Selamat datang di Desa Wisata Ketahanan Pangan Cireundeu (dok. Maria Hardayanto) Antrian warga mengular, kaum perempuan berkebaya putih sedangkan kaum lelakinya mengenakan pakaian pangsi warna hitam dan ikat kepala khas. Dengan tertib satu persatu sungkem pada sesepuh yang duduk melingkar di Balai Adat, pusat prosesi Seren Taun, 1 Sura Tahun Saka 1426 atau 8 Desember 2012 silam. Mereka adalah masyarakat adat Cireundeu, salah satu komunitas adat etnis Sunda yang tinggal diKelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kurang lebih 14 km dari Kota Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat. Satu Syura bagi warga Cireundeu ibarat Lebaran, mereka menggunakan baju yang terbaik untuk mengikuti ritual Seren Taun yang dipimpin pimpinan Kampung  Adat Cireundeu, Abah Emen Sunarya. Kemudian sungkeman dan dilanjutkan makan-makan lazimnya pesta. Sesudah itu barulah mereka bersama-sama mengunjungi kuburan leluhur. sungkeman (dok. Maria Hardayanto) Sebagaim...

Kompasianer of The Year 2012

Kompasianer of The Year Seperti perhelatan Kompasianival sebelumnya, di Kompasianival 2012 Kompasiana kembali mengadakan pemilihan Kompasianer of the Year dan Kompasianer Favorit. Ajang ini dimaksudkan untuk mencari dua sosok Kompasianer inspiratif yang telah memberikan sumbangsih luar biasa terhadap perkembangan Kompasiana khususnya, dan pertumbuhan dunia blogging, menulis, dan jurnalisme warga pada umumnya. Saat seluruh pengguna Kompasiana dipersilakan memilih seorang Kompasianer Favorit, redaksi Kompasiana memilih Kompasianer berprestasi sebagai Kompasianer of the Year. Setahun lalu,  Christie Damayanti  mendapatkan penghargaan dari sebagai Kompasiner of The Year. Christie dipilih sebagai Kompasiner of The Year karena konsistensinya berbagi tulisan-tulisan menggugah meskipun didera store. Sedikit demi sedikit, perjuangan Christie membuahkan hasil. Buku  Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit  yang berisi kompilasi tulisan-tulisan Christie telah berh...

Ganyong, Salah Satu Solusi Ketahanan Pangan

tanaman ganyong, rimpangnya bisa menjadi pengganti beras Indonesia terkenal kaya raya, subur makmur lohjinawi. Tapi mengapa kita selalu terpaku pada impor? Sandang , pangan , papan berbahan baku impor. Bahkan apabila tidak berhati-hati, maka sumber energypun sebentar lagi harus diimpor. Padahal ada banyak alternatif lain selain beras yang selama ini kita konsumsi. Ada alternatif lain selain mengonsumsi obat/suplemen dari apotik? Dan alternatif lain itu kemungkinan besar terserak di pekarangan rumah/ taman kota.   Contohnya tanaman bunga dahlia yang cantik dan indah. Tidak banyak yang mengetahui bahwa umbi dahlia  mengandung  inulin yang  berfungsi sebagai prebiotik karena menjadi komponen pangan substrat mikroflora menguntungkan di dalam usus. Inulin juga membantu  meningkatkan penyerapan kalsium yang akan mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Sedangkan sebagai bahan makanan alternative, umbi tanaman bunga tasbih (Canna edulis Kerr)...