Skip to main content

Posts

Rahmat Jabaril, Sociopreneur dari Dago Pojok

sumber: twitter.com Pernah  mendengar mengenai sociopreneur? Bukan, artinya bukan wirausahawan/pebisnis yang membagikan profitnya untuk kegiatan sosial. Pebisnis demikian lebih tepat disebut  filantropis. Mereka menjalankan bisnis dengan target sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial dan lingkungan, bak kelebihan makanan. Tidak heran jika dalam prakteknya, seorang filantropis acap tidak memedulikan aspek sosial dan lingkungan. Sedangkan seorang pebisnis sosial (sociopreneur) adalah seorang yang berbisnis untuk memecahkan masalah ekonomi, sosial serta lingkungan tertentu yang dihadapi masyarakat lewat mekanisme pasar. Keberlanjutan di ketiga dimensi (profit, people, planet) tersebut, melekat pada bisnis mereka. Salah satu diantara pebisnis sosial adalah Rahmat Jabaril. Sosok pendobrak yang berhasil mengembangkan suatu kampung kumuh di pojok Kota Bandung menjadi kawasan wisata, edukasi, dan hiburan dengan nama Kampung Kreatif Dago Pojok. Rahmat tidak saja ...

Cup Cake Bayam, Rayuan Maut Untuk Anak-anak Komunitas yang Enggan Makan Sayur

panen bayam di Bandung Berkebun Anak-anak ngga mau makan sayur? Duh, rupanya jadi cerita klise yang diulang-ulang, ya? Padahal salah satu hasil urban farming yang berlimpah di komunitas dampingan adalah bayam. Mudah tumbuhnya dan seedsnyapun murah. Alhasil sering banget berakhir sia-sia karena keluarga bosen makan sayur bening bayam. Pastinya harus ada strategi khusus agar sayuran bayam bisa diberdayakan ya? Bukan saja agar tidak terbuang, bayam juga bermanfaat bagi kesehatan. Apa saja? 1.       Kandungan Vitamin A nya sangat tinggi sehingga pastinya berkhasiat menjaga kesehatan mata. 2.       Mengandung Vitamin K yang pastinya membantu penyerapan Kalsium. Sehingga sangat berguna untuk tumbuh kembang anak juga orang lanjut usia. 3.       Mengandung flavgonoid sehingga mampu meredam infeksi tubuh yang sebabkan kanker. 4.       Mengandung banyak serat yang bermanfa...

Halimah Yacob, From Zero To Hero

Rabu, 13 September 2017, menjadi hari bersejarah yang tak akan dilupakan Halimah Yacob. Karena pada tanggal tersebut dirinya resmi menjabat sebagai  presiden perempuan muslim pertama bagi Negara Singapura, Negara berpenduduk 5,5 juta jiwa  dan memiliki luas wilayah 716 km2. ( sumber )   Sejarah juga akan mencatat bahwa setelah 47 tahun, Halimah berhasil menjadi Presiden Singapura beretnis Melayu kedua. Sebelumnya   Yusof Iskak (1965 – 1970) presiden beretnis Melayu yang   kemudian selalu dipegang etnis China dan India (2 periode). Gagasan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong yang mengawali perubahan dengan pertimbangan bahwa Singapura terdiri dari multietnis. Etnis China (74,1 %), Melayu (13,4%), India (9,2%) dan lainnya (3,3%)bahkan nama dan lagu kebangsaan Singapura berasal dari bahasa Melayu. Menurut PM Lee,  Presiden Singapura harus mencerminkan masyarakat inklusif dan multi ras. Setelah perdebatan alot di parlemen, pada November 2...

Koperasi Motekar, Wujud Ucapan Bung Hatta Bagi Perekonomian Indonesia

Perempuan berusia 45 tahun itu bernama Yati. Memakai baju biru dan kerudung senada, dia dan 7 orang teman  seusia bergegas memasuki halaman Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas (STIE) jalan Surapati Bandung. Nampak menyolok diantara mahasiswa/i yang lalu lalang di sekitar kampus. Terlebih jika mengetahui tujuan kedatangan mereka, “Hari ini saya mau kuliah”, kata  Yati dengan wajah penuh senyum. Ucapannya mungkin berlebihan, mengingat latar belakang mereka lulusan sekolah menengah pertama, namun ada benarnya. Secara periodik, STIE Ekuitas menyelenggarakan program layanan masyarakat. Salah satunya bersama koperasi bank sampah Motekar, tempat Yati bernaung, perguruan tinggi tersebut memberikan pelatihan membuat pembukuan dan laporan keuangan dengan benar. Selain itu juga ada sesi pengenalan internet , para anggota komunitas belajar membuat email, akun media sosial dan tata tertib penggunaannya, agar tidak mengalami kendala ketika  berkecimpung dalam marketing digit...

Nasi Liwet Beras Merah, Cara Jitu Konsumsi Gandum Utuh

94 persen anak Indonesia ternyata kurang mengonsumsi gandum utuh dari takaran yang disarankan adalah 48 gram/hari . Yang dimaksud gandum utuh tentu saja bukan dalam bentuk biji gandum utuh tapi whole grains atau tepung yang masih mengandung zat bioaktif dalam jumlah tinggi, dari serat, vitamin, mineral, antioksidan, dan zat fitokimia lain. Sungguh disayangkan hanya 2 negara Asia Tenggara yang menggalakkan konsumsi whole grains, yaitu Singapura dan Malaysia. Karena sesuai studi yang berjudul Sebuah studi yang berjudul: Food-based Dietary Guidelines of Southeast Asia Countries: "Mengkonsumsi makanan yang mengandung gandum utuh memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah memperlambat proses naiknya glukosa dalam darah,"kata Hardiansyah, ahli gizi lulusan ilmu nutrisi dan makanan di Universitas Queensland, Brisbane, Australia,yang juga merupakan Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia ( sumber ) Padahal Indonesia memiliki banyak hasil pertanian gandum utu...