Skip to main content

Posts

Mereka, Pewaris Bangsa

“Bu, potret buuuuu……”, teriak anak-anak anggota komunitas. Mereka enggan beranjak pulang atau berangkat sekolah sebelum dipotret. Unik juga, kegiatan memotret rupanya bisa menjembatani komunikasi saya dan anak-anak. Diawali hobi memotret anak-anak berwajah polos tanpa kepura-puraan. Mereka menjadi kecanduan dipotret sehingga saya mempunyai kesempatan mendapatkan objek. Ternyata tidak mudah mengabadikan gerak mereka yang sangat cepat, tapi menyenangkan. Anak-anak memang lucu, khususnya anak-anak di pemukiman padat penduduk di daerah Kendal Gede jalan Sukamulya Indah Bandung. Di setiap pertemuan mereka selalu terlibat. Terkadang ada yang mencoba apa yang dilakukan ibunya, tetapi lebih sering hanya bersliweran, berebut mainan dengan sesama teman dan terkadang menangis. Semuanya saya potret. Seiring berlalunya waktu dan komunikasi intens yang terjadi, saya mendapatkan manfaat tak ternilai, yaitu lebih memahami permasalahan mereka. Aulia (dok. Maria Harda...

Dewi Tapa Cireundeu

Selamat datang di Desa Wisata Ketahanan Pangan Cireundeu (dok. Maria Hardayanto) Antrian warga mengular, kaum perempuan berkebaya putih sedangkan kaum lelakinya mengenakan pakaian pangsi warna hitam dan ikat kepala khas. Dengan tertib satu persatu sungkem pada sesepuh yang duduk melingkar di Balai Adat, pusat prosesi Seren Taun, 1 Sura Tahun Saka 1426 atau 8 Desember 2012 silam. Mereka adalah masyarakat adat Cireundeu, salah satu komunitas adat etnis Sunda yang tinggal diKelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Kurang lebih 14 km dari Kota Bandung, ibukota provinsi Jawa Barat. Satu Syura bagi warga Cireundeu ibarat Lebaran, mereka menggunakan baju yang terbaik untuk mengikuti ritual Seren Taun yang dipimpin pimpinan Kampung  Adat Cireundeu, Abah Emen Sunarya. Kemudian sungkeman dan dilanjutkan makan-makan lazimnya pesta. Sesudah itu barulah mereka bersama-sama mengunjungi kuburan leluhur. sungkeman (dok. Maria Hardayanto) Sebagaim...

Kompasianer of The Year 2012

Kompasianer of The Year Seperti perhelatan Kompasianival sebelumnya, di Kompasianival 2012 Kompasiana kembali mengadakan pemilihan Kompasianer of the Year dan Kompasianer Favorit. Ajang ini dimaksudkan untuk mencari dua sosok Kompasianer inspiratif yang telah memberikan sumbangsih luar biasa terhadap perkembangan Kompasiana khususnya, dan pertumbuhan dunia blogging, menulis, dan jurnalisme warga pada umumnya. Saat seluruh pengguna Kompasiana dipersilakan memilih seorang Kompasianer Favorit, redaksi Kompasiana memilih Kompasianer berprestasi sebagai Kompasianer of the Year. Setahun lalu,  Christie Damayanti  mendapatkan penghargaan dari sebagai Kompasiner of The Year. Christie dipilih sebagai Kompasiner of The Year karena konsistensinya berbagi tulisan-tulisan menggugah meskipun didera store. Sedikit demi sedikit, perjuangan Christie membuahkan hasil. Buku  Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit  yang berisi kompilasi tulisan-tulisan Christie telah berh...

Ganyong, Salah Satu Solusi Ketahanan Pangan

tanaman ganyong, rimpangnya bisa menjadi pengganti beras Indonesia terkenal kaya raya, subur makmur lohjinawi. Tapi mengapa kita selalu terpaku pada impor? Sandang , pangan , papan berbahan baku impor. Bahkan apabila tidak berhati-hati, maka sumber energypun sebentar lagi harus diimpor. Padahal ada banyak alternatif lain selain beras yang selama ini kita konsumsi. Ada alternatif lain selain mengonsumsi obat/suplemen dari apotik? Dan alternatif lain itu kemungkinan besar terserak di pekarangan rumah/ taman kota.   Contohnya tanaman bunga dahlia yang cantik dan indah. Tidak banyak yang mengetahui bahwa umbi dahlia  mengandung  inulin yang  berfungsi sebagai prebiotik karena menjadi komponen pangan substrat mikroflora menguntungkan di dalam usus. Inulin juga membantu  meningkatkan penyerapan kalsium yang akan mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Sedangkan sebagai bahan makanan alternative, umbi tanaman bunga tasbih (Canna edulis Kerr)...

Pengalaman Menjadi Narasumber SapaEdu

(SapaEdu : Acara Suara Edukasi Kemendikbud, khusus untuk anak-anak. Setiap hari Senin-Jum’at Pukul 07.00 - 09.00 WIB) Menjadi narasumber seputar lingkungan memang tugas saya sehari-hari, tapi melakukannya untuk acara anak-anak ? Upz ……………nanti dulu, bagaimana tugas yang diinstruksikan panglima IDKita,  Valentino ? Ini dia :  Sebagai  narasumber Sapa Edu - Untuk mengajarkan anak-anak, saat mereka ke sekolah, mereka bisa dengarkan lewat radio, gitu juga para bundanya.Tema “Yuk Peduli Lingkungan”. Sangat berbahagia saya, jika ibu berkenan untuk mengedukasi Bangsa ini melalui Radio resmi Pemerintah Kemen DIKBUD. Anak-anak? Dan terbayanglah saya akan tubuh-tubuh mungil yang aktif. Baik di rumah, di sekolah maupun dalam kendaraan umum/pribadi. Tidak pernah berhenti bergerak, sebentar duduk,  menit berikutnya sudah menggoyang-goyangkan  tubuh atau berlari-lari. Duh, mungkinkah mereka mau mendengarkan obrolan saya dan kak Anggi, penyiar acara Sapa Edu ...

Gerakan Hijau Komunitas

Ruang Terbuka Hijau  (RTH) sebagai daerah penyerapan air di perkotaan, demikian bunyi kampanye penghijauan di jalan Dr. Junjunan yang menyapa pendatang dari arah Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya. Tulisan bergambar Ibu Negara, Ani Susilo Bambang Yudoyono mengusung slogan: “Menuju Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Perekonomi Keluarga”. Mungkin pembaca akan mengernyit kurang paham. Bagaimana implementasinya?  Karena biasanya tanaman RTH selalu didominasi tanaman hias yang dipilih Dinas Pertamanan dan Pemakaman dengan alasan mudah dirawat, cukup memberi  pupuk dan menyiram secara berkala. Padahal masyarakat bisa berkontribusi dengan berkomunikasi dengan pihak terkait. Taman-taman kotapun bisa berubah menjadi tempat bermain dan lahan urban farming dimana selain tanaman hias bisa ditanami beberapa sayuran, misalnya tomat, terong, cabe atau sawi. Takut terkena polutan? Pilihannya juga beragam seperti singkong, kentang, bit, wortel dan ubi jalar. Dinas P...