Skip to main content

Posts

Pak Menteri, Kami Bukan Pemalas dan Penggosip

  cabai penyebab ibu rumah tangga di cap malas “Kita putuskan kemarin saya akan kasih 10 juta pohon cabai untuk ibu-ibu PKK seluruh Indonesia, biar tanam di rumah. Petani tetap tanam untuk industri. Cabai kan gampang ini," ungkap Spudnik Sujono, Direktur Jendral Holtikutura Kementerian Pertanian. Pernyataan senada dan seirama juga diberikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaeman yang selain menyuruh menanam cabai juga menuduh ibu-ibu rumah tangga sebagai mahluk yang malas ( sumber ). “Ini cabai saja berteriak malas. Kenapa malas? Ibu-ibu ada 126 juta penduduk Indonesia, kalau ini bergerak tanam cabai, mengurangi gosipnya 5 menit dengan tanam cabai 5 menit per pagi, selesai persoalan cabai di republik ini yang selalu kita bahas,” ujarnya ( sumber ). Oh…oh…oh…siapa yang dimaksud malas oleh Pak Amran? Apakah kami para ibu rumah tangga yang setiap hari harus memastikan suami dan anak selalu kenyang serta berpakaian rapi? Yang setiap dini hari harus bangun sementara seisi ...

Lebaran untuk Penyandang Celiac Disease dan Autisme : Brownies Pandan

Betapa sedihnya jika salah seorang anggota keluarga mengalami celiac disease atau  kondisi di mana pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi gluten. Gluten adalah protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam. Atau artinya mereka dilarang mengonsumsi panganan apapun jenisnya yang berbahan baku tepung terigu. Beberapa kasus autis juga dilarang mengonsumsi tepung terigu karena akan memicu agresifitasnya. Sementara itu, Indonesia terkenal kaya dengan bahan baku non gluten seperti tepung ganyong dan tepung mocaf ( Modified Cassava Flour ) yaitu tepung   hasil olahan singkong yang diproses dengan memodifikasi sel singkong melalui fermentasi yang melibatkan mikroba (bakteri asam laktat) Sub divisi Kaisa Indonesia yaitu Nyi Omas Kitchen sudah berekperimen mengolah beberapa panganan  dari tepung mocaf, yuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang kurang beruntung. Beberapa resep akan dipublis...

Cupcake Pisang Keju dari Tepung Ganyong (Gluten Free)

cupcake pisang keju coklat Usai training social enterprise bersama British Council di Lembang, kok pisang ambonnya masih numpuk. Mungkin karena peserta sibuk diskusi di hari terakhir sehingga ngga sempat tengok kanan kiri, asalkan kenyang, langsung deh tancap gas dan tenggelam memperbincangkan modul. Bahkan ngga sempet belanja belinji mumpung di pasar buah dan sayur Lembang. Sehingga, petugas catering dengan senang hati membungkuskan beberapa buah pisang ambon untuk eksperimen. Soalnyaaaa ……. , kemarin Nyi Omas mendapat kiriman tepung ganyong yang semakin sulit di dapat sehingga, taraaa……, eksperimenpun dimulai. Resepnya udah lama ngincer dari blognya mbak Endang, http://www.justtryandtaste.com/2011/02/cake-kukus-pisang-coklat-keju.html , wow banget kelihatannya. Enak dan mudah. Benarkah? Yuk kita coba. Bahan: - 200 gram tepung ganyong. - 1 1/2 sendok teh baking powder (pastikan fresh, cek tanggal kedaluarsanya) - 1/4 sendok teh garam - 4 butir telur ayam, s...

Someah dan Bersih, Ciri Generasi Muda Indonesia

Spanduk bertuliskan “Urang Bandung mah someah” lengkap dengan beragam wajah tersenyum menghiasi kota kembang Bandung di ulang tahunnya yang ke 204, tahun 2014 silam. Ada pelajar, ibu rumah tangga,pelatih sepak bola, satpam, pekerja kebersihan. Semua tersenyum ceria. Seolah ingin mewartakan bahwa senyum akan menyapa siapapun yang datang ke kota Bandung. Sebetulnya someah atau ramah dan murah tersenyum bukan hanya milik penduduk Bandung tapi ciri khas penduduk Indonesia. Penduduk negara bermandikan matahari yang senantiasa tersenyum dalam berbagai kondisi. Bahkan presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, populer dengan sebutan “ the smiling general”. Karenanya sejalan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) mencanangkan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) dimulai 19 September 2015. Tujuannya untuk membangun sikap mental masyarakat Indonesia agar peduli dengan kebersihan lingkungan, berkepribadian ramah d...

Otak Atik Singkong Bersama Dapur Nyi Omas

Resmi sejak akhir tahun 2015,   berdiri divisi baru Kaisa Indonesia yang mewadahi kegiatan pangan lokal. Pembentukannya didasari pemikiran bahwa   panganlah yang dibutuhkan ketika bencana. Pangan jauh lebih penting dibanding pakaian dan perlengkapan hidup lainnya. Dan tentu saja harus pangan lokal yaitu makanan yang terbuat dari hasil produksi petani Indonesia, bukan bahan makanan impor seperti tepung terigu. Karena ketika bencana iklim terjadi maka kemungkinan besar tidak aka nada lagi negara yang mampu mengimpor hasil panennya ke Indonesia. Mereka sibuk memenuhi kebutuhan warga setempat. Salah satu hasil produksi petani Indoonesia yang amat familier adalah singkong. Ubi kayu yang bernama latin Manihot utilissima merupakan perdu yang bisa tumbuh mencapai 7 meter. Umbinya dikenal sebagai makanan pokok yang mengandung karbohidrat namun miskin protein.  Nah, resep hasil dapur   Nyi Omas kali ini tidak hanya untuk camilan di sore tapi juga bisa dijadik...

Implementasi Ekonomi Hijau dalam Kewirausahaan Sosial

Perekonomian dunia telah menuju arah yang benar ketika ekonomi hijau dicanangkan pada World Environment Day, 5 Juni 2012. Sumber daya alam yang selama ini digunakan tidak bisa lagi diandalkan untuk menopang industri. Harus ada terobosan berupa penemuan sumber daya baru atau penggunaan ulang sumber daya yang telah digunakan dalam berbagai produk dan telah berubah menjadi sampah. Akhir tahun 2016, salah seorang pakar zero waste theory , Paul Connett datang ke Indonesia untuk memperkenalkan circular economy, suatu pendekatan pengelolaan sampah yang menilai sampah sebagai sumber daya, bukan sekedar sisa aktivitas manusia . Pendekatan yang tidak saja membantu memangkas biaya tinggi berupa biaya transportasi dan proses pembuangan sampah di TPA (tempat pembuangan sampah akhir), tetapi juga merupakan awal era ekonomi hijau. Menurut Paul, pengelolaan sampah bisa selesai hingga tahap kelurahan. Sangat menguntungkan karena di level ini terbentuk unit-unit usaha sesuai sampah yan...